Rabu, November 15, 2017

Subang Transparansi Watch Soroti Aliran Dana Pembangunan Pasar Baru

Subang Transparansi Watch Soroti Aliran Dana Pembangunan Pasar Baru
RAKYATSUBANG.COM -  Dalam rangka mengawal proses pembangun yang berlangsung di kabupaten Subang, sekelompok masyarakat melakukan launching Subang Transparansi Watch (STW) di Fave Hotel Subang, Rabu (15/11/2017).

Sejumlah isu diangkat dalam acara launching tersebut, diantaranya adalah soal aliran dana Rp 6 miliar yang mengalir kepada pihak-pihak tidak bertanggung jawab atas pembangunan Pasar Baru Subang.

Selain itu, STW juga menyoroti maraknya akun-akun di media sosial yang bertujuan jahat mengadu domba dan membenturkan masyarakat kabupaten Subang.

“Kita tegaskan Subang Transparansi Watch adalah organisasi independen, tidak ada muatan politis apapun,” kata Juru Bicara STW Rian Firdaus.

Namun menurut Firdaus, karena pihak yang disebutkan dalam acara launching STW ada dalam Pilkada, maka tidak heran pasti tuduhan ada muatan politis itu begitu kencang.

“Kami paham itu, pasti semua orang menganggap itu. Tapi kami tegaskan dalam hal ini tidak ada muatan politis apapun. Mau siapapun yang melakukan kesalahan kita mendukung aparat berwenang untuk mengusutnya,” tegas Rian.

Menurut Rian, organisasi ini dibentuk secara independen tanpa ada kepentingan apapun. Tujuannya jelas untuk mengawal proses pembangunan dan menerima semua pengaduan masyarakat yang berhubungan dengan praktek-praktek korupsi.

“Subang Transparansi Watch adalah organisasi terbuka, responsif, kritis dan independen. Jadi kita tidak ada muatan politis apapun,” katanya.

Sekjen STW Bambang Subang menambahkan selain dua poin yang menjadi sorotan, dalam kegiatan launching tersebut STW menyoroti hal lain seperti memberi ultimatum kepada pihak-pihak yang bermaksud jahat menggangu proses pembangun dan pematangan politik untuk hengkang dari Subang.

“Iya, saat ini Subang itu sudah banyak dirong-rong oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Maka dari itu usir mereka,” katanya.

Apalagi menurut STW saat ini banyak pejabat Subang terutama kepala-kepala SKPD yang ditekan oleh pihak-pihak tertentu. Ditambah banyak pihak yang berurusan dengan KPK terus menganggu situasi kondusifitas di Subang.

“Kedepan kita akan menyiapkan dokumen lengkap mengenai praktek korupsi di Subang. Dan kita tegaskan memberi waktu selama 30 hari kepada Kejari dan Polres untuk menuntaskan kasus korupsi dan pendayagunaan wewenang, serta calo perkara yang sering mengintimidasi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, STW mengajak semua masyarakat untuk bersma-sama menghalau pihak-pihak yang berusaha memecah-belah masyarakat kabupaten di kabupaten Subang, demi keuntungan pribadi.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Subang Transparansi Watch Soroti Aliran Dana Pembangunan Pasar Baru