ads

» » Ricuhnya Pembagian Beras Raskin di Subang

Ricuhnya Pembagian Beras Raskin di Subang
RAKYATSUBANG.COM - Warga dibeberapa kecamatan yang berada di Kabupaten Subang tersulut emosi karena pembagiaan beras untuk keluarga miskin (raskin) yang disalurkan oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) tidak merata. 

Akibatnya banyak warga yang tidak kebagian kesal. Seperti halnya warga yang berada di Kecamatan Pagaden banyak yang menyayangkan atas tidak meratanya pembagian beras raskin tahun ini. Padahal tahun sebelumnya pembagian beras raskin selalu merata, semua warga diseluruh desa yang berada di Pagaden kebagian semua. 

 “Ini tahun ini kacau, banyak yang tidak kebagian. Ada orang miskin tidak masuk dan tidak ada kejelasan itu data dari mana. Kita jadi marah-marah saja ke pengurus desa,” kata seorang warga Nyimas seperti dikutip dari Mediajabar.com, Minggu (4/6/2017). 

Kondisi saat ini dimana banyak petani yang gagal panen di wilayah Subang tentunya membuat keberadaan beras sangat berarti untuk warga. Banyak masyarakat sekarang harus membeli beras dengan harga mahal. 

“Iya, sayakan petani buruh, kondisi sekarang ini banyak sawah yang tidak bisa dipanen. Saya jadi tidak bisa dapat beras lagi. Ini ditambah raskin tidak kebagian, sayakan jadi emosi. Sama dengan warga lain,” katanya. 

Selain di Kecamatan Pagaden, beberapa warga di Kecamatan yang berada diwilayah Subang selatan dan Pantura merasakan hal yang sama. Banyak warga yang tidak kebagian beras ngamuk-ngamuk kepengurus desa setempat. Hal tersebut dikarenakan tidak ada kejelasan infromasi terkait pembagian raskin ini. 

“Kita sudah datangi kantor desa beramai-ramai, minta penjelasan dan kita tidak terima. Pembagian tidak merata,” kata warga Kecamatan Pamanukan Eden. 

 Eden sangat menyayangkan terhadap sikap pemerintah saat ini yang tidak memberikan beras secara merata. Apalagi kondisi dimana banyak sawah yang tidak bisa dipanen membuat warga semakin kesulitan. 

“Sekarang semakin mahal, maka dari itu raskin walaupun kondisi berasnya jelek, saat kondisi seperti ini sangat kita butuhkan. Banyak warga yang petani buruh sekarang kesulitan mendapatkan beras,” katanya. 

Kasi Harga dan Pasar Bulog Sub Divre Subang Wiratman Kasi Harga dan Pasar Bulog Sub Divre Subang Wiratman, mengatakan bulog menyalurkan raskin kepada masyarakat sesuai dengan data dari Badan Pusat Satatistik (BPS) Kabupaten Subang. Jadi untuk masyarakat yang tidak kebagian bisa langsung mengadu ke Pemkab. 

“Iya, itukan yang menilai BPS. Kita hanya menyalurkan raskin sesuai dengan pagu yang sebelumnya telah diajukan Pemkab ke Gubernur,” kata Wiratman. 

Banyaknya warga yang sebelumnya kebagin dan tahun ini tidak mendapatkan raskin, tentunya itu sudah sesuai ketentuan dari pemerintah.

“Mungkin yang sebelumnya dikategorikan miskin, sekarang jadi tidak. Itu datanya dari Pemkab, jadi kita tidak memiliki kewenangan itu. Kita hanya menyalurkan sesuai pagu yang diajukan,” katanya.

Seperti diketahui, saat ini setiap keluraga miskin menerima beras 15 kilogram. Untuk pagu raskin yang disalurkan bulog di wilayah Subang tahun ini menjadi 1,6 juta ton, menurun jika dibandingkan dengan tahun 2016 sebanyak 1,8 juta ton. 

“Memang ada penurunan pagu, sehingga jumlah RTS juga berkurang. Ini sesuai data dari Pemkab. Pagu yang berkurang ini juga berdampak kepada salah satu kecamatan yakni Comppreng yang belum diambil karena takut warga disana tidak terima,” katanya.

Follow @rakyatsubang

Rakyat Subang

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama