ads

» » Pandu Wijaya Temui Gus Mus dan Minta Maaf Telah Menghina

Pandu Wijaya Temui Gus Mus dan Minta Maaf Telah Menghina
RAKYATSUBANG.COM - Ditemani ibunya, karyawan kontrak di PT Adhi Karya Pandu Wijaya datang menemui langsung KH Mustofa Bisri atau Gus Mus. Dia meminta maaf karena telah menghina tokoh Nahdlatul Ulama (NU) itu.

Komisaris Utama PT Adhi Karya Fadjroel Rachman menyampaikan hal itu lewat akun Twitter-nya @fadjroeL seperti dilihat detikcom, Jumat (25/11/2016). Dia mengucap syukur Gus Mus bersedia menemui Pandu.

Akun Twitter GP Ansor Kraksaan @ansorkraksaanpc mengunggah foto pertemuan itu. Pandu nampak duduk lesehan mengenakan kemeja warna putih dan peci hitam. Di samping kiri dan kanannya duduk ibunya dan saudaranya.

Gus Mus yang mengenakan pakaian serba putih dan kopiah berwarna senada duduk bersila di hadapan Pandu dan ibunya. Di foto itu dia nampak tersenyum meski di depannya duduk seorang pemuda yang telah menghinanya.

Suasana pertemuan tersebut nampak hangat. Pandu dan keluarganya disuguhi makanan dan minuman oleh Gus Mus. Akun GP Ansor Kraksaan menyebut Pandu telah meminta maaf kepada pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuh Tholibin, Rembang, Jawa Tengah, itu.

Foto postingan Ach Khumaedi Mbfi yang diunggah Fadjroel menyebut, Pandu sadar akan ucapannya yang telah menghina Gus Mus. Pandu meminta maaf dan sadar telah bersalah menghina Gus Mus.

Gus Mus sebelumnya sudah angkat bicara soal penghinaan yang dilakukan Pandu terhadapnya. Menurutnya, tidak ada yang perlu dimaafkan atas perlakuan tidak pantas yang diterimanya dari anak muda kelahiran 1991 itu. Dia mengucapkan itu lewat akun Twitter-nya @gusmusgusmu menjawab permohonan maaf yang disampaikan Fadjroel sebagai Komisaris Utama PT Adhi Karya.

"Tidak ada yang perlu dimaafkan, Mas Fadjroel. Kesalahannya mungkin hanyalah menggunakan 'bahasa khusus' di tempat umum. Maklum masih muda," tulis Gus Mus sambil menyertakan emoticon senyum. Bahkan Gus Mus memohon kepada Fadjroel agar Pandu tidak dipecat. Saat itu memang banyak netizen yang menyerukan agar Pandu diberhentikan dari pekerjaannya.

Gus Mus sendiri berharap kasus ini jadi pelajaran berharga. Dia meminta agar orang jangan mudah emosi dan marah jika dihina atau direndahkan oleh orang lain.

"Kalau ada yang menghina atau merendahkanmu, janganlah buru-buru emosi dan marah. Siapa tahu dia memang digerakkan Allah untuk mencoba kesabaran kita. Bersyukurlah bahwa bukan kita yang dijadikan cobaan," ucapnya.

Kasus ini bermula saat Gus Mus melakukan kultwit di Twitter lewat akun @gusmusgusmu. Gus Mus bicara soal rencana Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI melakukan aksi salat Jumat di jalan protokol Jakarta pada Jumat, 2 Desember 2016. Gus Mus berharap aksi salat Jumat di jalan itu tidak dilakukan massa karena dinilainya merupakan bid'ah besar.

"Kalau benar, wah dalam sejarah Islam sejak zaman Rasullullah SAW baru kali ini ada bid'ah sedemikian besar. Dunia Islam pasti heran," cuit Gus Mus pada 23 November 2016 pukul 16.46 WIB. Cuitan itu pun direspons Pandu Wijaya lewat akun Twitternya @panduwijaya_.

"@gusmusgusmu Dulu gk ada aspal Gus di padang pasir, wahyu pertama tentang shalat jumat jga saat Rasullullah hijrah ke Madinah. Bid'ah ndasmu!" cuit Pandu Wijaya yang kini mengunci akun Twitternya.

Cuitan Pandu Wijaya itu pun diprotes banyak netizen karena dinilai sangat kasar memaki seorang ulama. Tidak lama berselang PT Adhi Karya pun memberikan SP3 kepada Pandu Wijaya karena dinilai melakukan pelanggaran berat yang merugikan nama baik perusahaan. (detikcom)

Follow @rakyatsubang

Rakyat Subang

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama