ads

» » Apakah Pantas Penghina Jokowi dan Masyarakat Batak Dihukum?

Apakah Pantas Penghina Jokowi dan Masyarakat Batak Dihukum?
RAKYATSUBANG.COM - Dua akun Facebook dengan Nunik Wulandari II dan Andi Redani Putribangsa dilaporkan ke Polda Sumatera Utara atas kasus dugaan penghinaan kepada Presiden RI, Joko Widodo dan warga masyarakat Batak.

Pihak pelapor adalah Ketua Aliansi Masyarakat Luat Pahae, Lamsiang Sitompul. Laporan Lamsiang bernomor STTLP/1094/VII/2016/SPKT III, tertanggal 23 Agustus 2016.

Kasus pelaporan tersebut bermula saat kedua akun Facebook itu, karena keduanya sama-sama membuat meme Joowi saat mengenakan Baju Adat Batak dengan kata-kata yang tidak pantas. Sehingga membuat kedua akun itu dilaporkan. 

Dalam kedua meme yang beredar memang memperlihatkan bahwa ada unsur penghinaan. Padahal Jokowi saat itu sedang mengenakan Baju Adat Batak.

Jika dilihat dari tulisan dari meme yang tersebar, memang bisa disebut kedua akun itu mengolok-golok Jokowi. Tanpa mengetahui sebenarnya baju apa yang dikenakan Jokwi atau disebut sebagai bentuk ketidaktahuan budaya. Solusinya pun, sebaiknya tidak harus langsung menempuh jalur hukum

Pendapat itu diungkap Direktur Eksekutif ICT Watch, Donny B.U. saat dihubungi oleh KompasTekno, Kamis (25/8/2016).

“Kalau dibilang menghina Jokowi, dengan menyebut pakaiannya yang aneh dan segala macam, ya menurut saya, itu bisa berasal dari kebodohan atau ketidaktahuan akan kekayaan dan keberagaman budaya kita,” terangnya.

Meski berasal dari ketidaktahuan, imbuh Donny, bukan berarti bahwa pelaku harus dilepas tanpa hukuman. Mereka tetap harus mendapatkan konsekuensi atas perbuatan itu dalam bentuk yang lebih membangun, tidak dengan cara langsung menempuh jalur hukum.

"Pelajarang memang pelru. Tapi sebaiknya tidak serampangan semacam itu. Soal laporanpun kalau tuduhan pencemaran nama baik atas suatu adat. Itu juga tidak pas, karena mengacu kepada individu," katanya.

Follow @rakyatsubang

Rakyat Subang

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama