ads

» » Pemkab Subang Tak Mampu Bantu Buruh PT Seok Hwa Indonesia Mendapatkan Haknya

RAKYATSUBANG.COM - Perjuangan para buruh yang bekerja di PT Seok Hwa Indonesia untuk mendapatkan gaji dan Tunjangan hari Raya (THR) lebaran tahun ini, masih berlanjut.

Pada Senin (27/6/2016) bertempat di ruang rapat Bupati Subang. Perwakilan buruh bersama pemerintah, Asosiasi Pengsaha Indonesia (APINDO), Asosiasi Pengusaha Korea (KOGA) dan perwakilan PT Seok Hwa Indonesia selaku pihak yang tidak bertanggung jawab karena tidak mampu membayar THR melakukan audiensi.

Walaupun semua pihak telah berkumpul, namun belum ada kepastian secara membahagian bagi para buruh, karena managemen PT Seok Hwa Indonesia masih kekeh tidak mau membayar THR para buruh yang berjumlah 400an lebih secara full. Mereka mampunya hanya 50 persen untuk gaji dan THR. Sedangkan untuk sisanya dibayarkan pada bulan Agustus.

(Baca: Waduh... Perusahaan Asal Korea Ini Tidak Mampu Bayar THR)

Audinesi yang dilakukan selama berjam-jam tersebut tentunya membuat buruh kecewa karena pemerintah tidak bisa menekan perusahaan untuk memenuhi hak para buruh. 

"Perusahaan tetao tidak mampu. Harapan saya pemerintah mencarikan solusi yang terbaik untuk masalah ini, namun mereka justru mengembalikan lagi persoalan ini kepada buruh dan perusahaan. Dengan hal ini kita sangat kecewa," kata ketua FSPMI Subang, Suwira.

Adapun untuk hasil audiensi tersebut, Suwira mengatakan bahwa pemerintah memberikan himbauan kepada pengusaha untuk menyelesaikan urusan mereka dengan para buruh.

"Memng pemerintah memberi waktu dua hari untuk menyelesaikan hal ini," tuturnya.

Kepala Disnakertrans Subang, Kusman Yuhana mengatakan memang saat ini belum ada kesepakatan antara pihak buruh dan pengusaha. jadi pengusaha belum mampu melaksanakan kewajibannya untuk membayar upah dan THR kepada buruh secara utuh. Mereka hanya mampu 50 persen saja.

"Kesepakatannya kita beri waktu pengusaha untuk menyelesaikan masalah ini selama dua hari," tegasnya.

Namun jika perusahaan tetap tiidak mampu membayar upah dan THR secara utuh setelah batas waktu selama dua hari terlewati. Pemerintah belum bisa memastiakan apakah perusahaan itu ditutup atau tidak.

"Kalau ditutupkan harus dipikirkan terlebih dulu, itu karywan mau dikemanakan. Kita ikuti aturan saja, kalau tidak mampu ya diberi sanksi administrasi," pungkasnya.

Follow @rakyatsubang

Rakyat Subang

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama