Senin, Januari 18, 2016

Afif Pelaku Bom Sarinah Asli Orang Subang

Afif Pelaku Bom Sarinah Asli Orang Subang

RAKYATSUBANG.COM - Sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Subang tepatnya di Kampung Krajan I RT 01/01 Desa Kalensari Kecamatan Compreng ada sebuah rumah kecil dengan kombinasi cat dinding berwarna hijau dan biru. Rumah dengan warung es didepannya itu terlihat sangat sederhana. Namun siapa sangka rumah itu ternyata kediaman salah satu terduga teroris pelaku bom Sarinah Jakarta.

Pada Sabtu (16/1/2016) sekitar pukul 09.00 Wib rumah dalam kondisi sepi. Pemilik rumah dikabarkan telah dijemput beberapa anggota polisi dari Polsek Compreng dan Polres Subang sekitar pukul 05.00 Wib. Pemilik rumah yakni pasangan suami istri Jenab dan Muryati informasinya akan dibawa ke Jakarta untuk mengenali identitas pelaku bom Sarinah yang merupakan salah satu anak lelaki mereka.

Warga sekitar tidak ada yang menyangka, bahwa Jenab dan istrinya Muryati yang berprofesi sebagai petani dan pedagang warung es didepan rumahnya itu, memiliki anak yang diduga kuat menjadi terduga salah satu pelaku teror bom Sarinah bernama Afif alias Sunakim.

"Iya, pas subuh-subuh ada beberapa petugas kepolisian kesini. Mereka membawa seluruh orang yang ada di rumah pak Jenab. Katanya mau dibawa ke Jakarta. Kita juga kaget dan tidak tahu mereka mau diapain," kata salah seorang warga, Tamrin.

Sehari sebelum seluruh keluarga terduga pelaku teror bom Sarinah tersebut dibawa anggota polisi memang sudah geger bahwa anak pasangan Jenab dan Muryati telah menjadi teroris yang meninggal akibat baku tembak dengan anggota kepolisian di depan Sarinah Jl. Thamrin Jakarta pada Kamis (14/1/2016) lalu.

"Saya bersama warga lainnya sangat kaget, saat melihat wajah salah satu pelaku bom di tayangan televisi, mirip dengan Sunakim. Saya hapal betul dia Sunakim karena dia masih kerabat saya, warga disini juga hapal," katanya.

Dirinya tidak menyangka, bahwa Afif alias Sunakim yang merupakan sulung dari dua bersaudara yang pernah menempuh pendidikan di SDN Kalensari, SMPN 2 Compreng, dan STM Texmaco Purwakarta ini menjadi salah satu aktor dalam bom Sarinah. Sunakim juga dikenal sosok tertutup dan beristrikan perempuan yang selalu memakai cadar. Dari istrinya ini, Sunakim diketahui punya seorang anak berusia tujuh tahun.

Akibat jarang pulang karena bekerja sebagai karyawan pabrik ban di Karawang. Banyak warga sekitar tidak banyak yang mengetahu keseharian Sunakim. Warga baru mengetahui bahwa Sunakim menjadi pelaku teror dalam tayangan di televisi.

"Nakim (sapaan akrab Sunakim, red) masih kerabat saya. Dia junior saya sewaktu di SMP dulu, seangkatan dengan adik saya, dia itu orangnya pendiam, jarang main sama warga. Saat pulangpun dia tidak pernah keluar rumah, makanya kita kegat saat ada berita seperti itu," kata Tamrin yang juga merupakan kerabat Sunakim itu.

Kasi Pemerintahan Desa Kalensari, Tarjono, membenarkan, Sunakim merupakan putra sulung pasangan suami istri Jenab dan Muryati, serta memiliki seorang adik bernama Sulaeman. Dirinya sangat meyakini pelaku bom itu Sunakim setelah melihat fotonya di televisi.

"Kita sempat geger, saat melihat wajah yang menenteng senjata dengan menggunakan topi dan tas gendong itu mirip warga sini. Apalagi wajahnya memang sangat mirip dengan Sulaeman, adiknya," katanya.

Meski tidak diketahui seputar pergaulannya karena sosoknya cenderung tertutup, namun selama menempuh pendidikan di kampungnya, Sunakim dikenal sebagai siswa berprestasi.

"Dia orangnya pintar. Di SD prestasinya bagus, selalu masuk rangking. Kami samasekali tak menyangka dia terkait dengan teroris," katanya.

Dia pun membenarkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, Sunakim pernah ikut pelatihan teroris di Aceh pada 2008, kemudian dipenjara di Lapas Cipinang selama tujuh tahun, dan keluar Agustus 2015 lalu.

Kasi Kependudukan Desa Kalensari, Arcam menambahkan seluruh keluarga Sunakim yang terdiri dari kedua orangtua dan adiknya, Sulaeman, adik iparnya (istri Sulaeman) Reni, serta istri Sunakim semuanya dibawa petugas kepolisian.

"Katanya mau dimintai keterangan dan dicocokan DNA keluarga Sunakim supaya jelas. Selain itu kita tidak tahu lagi," katanya.

Karena jarang ada di rumah karena sehari-hari Sunakim bekerja di Karawang, pihaknya tidak begitu hapal dengan kesehariannya. Dirinya hanya tahu adiknya yang mirik dengan Sunakim.

Lebih lanjut, menurut Arcam jika setelah dicocokan dengan DNA keluarga bahwa itu memang benar Sunakim, pihaknya tidak akan melakukaan aksi penolakan jika Sunakim dimakankan di Desa Kalensari Kecamatan Compreng.

"Tidak ada penolakan, kita tidak meolak untuk dimakamkaan disini. Karena tidak pernah merugikan warga sini. Namun kita belum mengumpulkan tokoh-tokoh disini. Ini bisa jadi pelajaran, bergaul harus hati-hati dan sebagai orang tua harus waspada," pungkasnya.


Follow @rakyatsubang

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Afif Pelaku Bom Sarinah Asli Orang Subang