Kamis, Desember 24, 2015

Lagu Lama Kaset Kusut Pemekaran Pantura Subang

Lagu Lama Kaset Kusut Pemekaran Pantura Subang

RAKYATSUBANG.COM – Riak-riak kecil wacana pemekaran Pantura Subang mulai kembali mencuat. Dengan mantap masyarakat Pantura Subang “katanya” ingin pisah dari Subang dengan nama Kabupaten Pamanukan.

Sontak wacana besar yang sudah mulai disuarakan oleh beberapa orang tersebut, memunculkan berbagai komentar. Ada yang mendukung dan tentunya ada yang menganggap pemekaran KabupatenPamanukan hanya wacana semu. Seperti lagu lama kaset kusut yang kembali diperdengarkan lagi
.
Tidak berlebihan jika wacana pemekaran kali ini disebut demikian, jika kita melihat akhir tragis pemekaran Pantura Subang beberapa tahun silam.  Tepatnya pada tahun 2011.

Saat itu, Pantura layak dimekarkan apabila hasil kajian menunjukan nilai kemampuan ekonomis yang menunjukan angka minimal antara 60 hingga 75 dari hasil kajian sebagai calon daerah otonomo. Namun sangat disayangka  kemampuan ekonomi Pantura hanya mampu mencapai angka 40 dan kemampuan keuangannya berada di angka 20.

Berdasarkan PP Nomor 78 tahun 2007 yang tertuang pada pasal 6 ayat 3 soal Pemekaran,  Setelah dilakukan kajian Pantura sangat tidak layak dan tidak direkomenddasikan untuk memisahkan diri dari Kabupaten Subang.

Secara otomatis menutup peluang Pantura untuk memisahkan diri dari Kabupaten Subang. Akan tetapi apabila merujuk pada kebijakan pemerintah Pusat terkait moratorium pemekaran daerah hingga tahun 2014 kiranya peluang wilayah Pantura untuk memisahkan diri dari Kabupaten Subang masih ada kesempatan dengan upaya pembenahan hasil kajian.

Hal tersebut terungkap dalam eksposehasil kajian pamekaran Pantura yang  dilakukan oleh tim kajian pemekaran dari PT. Saecon Comunication Bandung di Hotel Lotus Subang pada Senin (19/12/2011)silam.

Nah apakah saat ini Pantura Subang akan kembali bernasib seperti tahun 2011 ataukan memang benar aka nada Kabupaten Pamanukan.

Mengutip dari perkataan salah seorang Tokoh Pantura Subang, Uteng Hermawan, munculnya kembali ide pemekaran Subang. Terlebih, dirinya dulu sempat terlibat dengan beberapa tokoh Pantura lainnya yang membuat gerakan serupa.

Namun, kata Uteng, memperjuangkan dan mempertahankan gagasan hingga terealisasi tak semudah membalik telapak tangan.

"Banyak godaan, banyak tantangan dan rintangan yang dihadapi. Baik dari internal maupun dari eksternal," katanta.

Dari perkataan tokoh Pantura tersebut dapat disimpulkan bahwa, untuk memekarkan sebuah wilayah tersebut sangat tidak mudah. Bahkan dalam perjalanannya akan menemukan berbagai hal yang bisa menggoyahkan. Ujungnya berakhir dengan kata sederhana yakni “Masuk Angin”

Semoga jangan sampai....

Jangan biarkan suara sumbang dan gosip murahan yang menggoyahkan pemekaran seperti “jangan-jangan hanya sampai bagi-bagi duit kajian. Setelah itu tamat!” dan suara-suara lainnya menggagu kalian. Lanjutan, jika memang Pantura layak terbisah dari Subang.


*Punya opini atau kritik untuk membangun Subang? Kirim ke email: rakyatsubangonline@gmail.comatau follow twitter @rakyatsubang

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Lagu Lama Kaset Kusut Pemekaran Pantura Subang