Tradisi Gotong Singa Khas Subang Terancam Punah?

Tradisi Gotong Singa Khas Subang Terancam Punah?

Tradisi Gotong Singa Khas Subang Terancam Punah?

RAKYATSUBANG.COM - Kesenian khas Subang yakni sisingaan atau gotong singa perlahan keberadaannya mulai tergantikan. Saat ini banyak masyarakat Subang sendiri enggan menggunakan kesenian tersebut sebagai kesenian pengiring dalam acara khitanan yang sudah menjadi tradisi. (foto/kompasiana.com)

Saat ini banyak masyarakat yang lebih memilih menggunakan kesenian sisingaan yang sudah dimodifikasi oleh kota-kota lain yang berada di luar Jawa Barat, seperti singa naga yang berasal dari Indramayu dan gotong burok dari Cirebon.

Tokoh masyarakat Subang, Ahmad Minaldi, mengatakan keberadaan kesenian sisingan yang merupakan identitas Subang saat ini konsistensinya mulai tergantikan oleh kesenian lain yang merupakan modifikasi dari kesenian sisingan itu sendiri.

Bisa dilihat dalam acara khitanan diwilayah Subang saat ini masyarakat selalu menggunakan alternatif kesenian modifikasi tersebut sebagai kesenian untuk mengiringi acara khitanan. Padahal saat ini para budayawan dan para pakar kesenian Subang sudah sangat bersusah payah untuk membuat kesenian sisingan tersebut sebagai identitas Subang.

"Memang kita sangat prihatin terhadap adanya sebagian masyarakat yang mulai beralih menggunakan kesenian lain saat menggelar acara khitanan. Mereka tidak tahu padahal kesenian modifikasi tersebut merupakan hasil menjiplak kesenian sisingan Subang," kata Ahmad Minaldi.

Adapun arti kesenian sisingaan atau gotong singa (sebutan lainnya odong-odong) merupakan salah satu jenis seni pertunjukan rakyat khas Subang yang menggunakan media tandu sebagai sarana kreasi seni.

"Seharusnya kita (masyarakat, red) harus bangga dengan kesenian itu dan jangan menggunakan kesenian lain. Apalagi hasil modifikasi kesenian sisingan Subang," katanya.

Menurut catatan sejarah, Ahmad mengatakan bahwa sisingaan diciptakan pada tahun sekitar 1975 oleh para seniman sunda. Diciptakannya kesenian tersebut menurutnya berasal dari pemikiran para seniman Suda setelah datangnya kesenian reyog Ponorogo ke kota Subang yang di bawa oleh kaum Urban dari Ponorogo.

"Inikan perjalanan kesenian sisingan itu sangat panjang. Jadi kita harus menghargai perjuangan para seniman Subang yang menciptakan kesenian itu," tuturnya.

Apalagi kesenian sisingan jika dilihat dari sejarah sangat memiliki nilai filasofi yang tinggi dan diciptakannya tradisi sisingan tersebut merupakan perlawanan masyarakat Subang saat melawan kolonial Belanda. Maka pada saat itu diciptakanlah sebuah kesenian yang mampu menunjukan identitas khas Subang dari gagasan para seniman.

Dengan perjalanan panjang kesenian sisingan tersebut, Ahmad sebagai warga Subang sangat menyayangkan terhadap beralihnya sebagian masyarakat Subang yang menggunakan kesenian lain dalam acara khitanan.

"Mereka tidak tahu saat ini penyebaran sisingaan sangat cepat, dibeberapa daerah di luar Subang, seperti Sumedang, Kabupaten Bandung dan Purwakarta pertunjukan sisingaan sangat diminati. Terutama dalam acara-acara khitanan dan perkawinan," terangnya.

Untuk melindungi kesenian sisingan dari ancaman kepunahan tersebut, dirinya meminta kepada pemerintah untuk membuat sebuah aturan yang berfungsi untuk menyelamatkan kesenian sisingan sebagai identitas Subang.

"Iya, harus ada aturan. Nantinya kalau masyarakat mau membuat acara khitanan diwajibkan menggunakan kesenian sisingan khas Subang dan tidak diperbolehkan menggunakan kesenian lain. Saya kira aturan itu sangat perlu," katanya.

Masyarakat asal Kecamatan Pagaden, Tarkem mengatakan memang saat ini masyarakat lebih memilih kesenian singa naga yang bersal dari Indramayu. Selain karena ada alternatif musik dangdut untuk mengiringinya dalam kesenian singa naga tersebut dalam soal harga lebih murah.

"Istilahnya singa manuk kalau disini, memang sudah banyak yang memakai kesenian itu. Iya, pertunjukannya tidak monoton, singanya bergam warga. Saat ini sudah banyak juga pengrajin sisingan asal Subang yang membuat singa manuk," katanya. (*)


Follow @rakyatsubang
Nama

Ayo Tebak,2,Berita,343,Bisnis,12,BPJS Ketenagakerjaan,1,Event,13,Feature,1,Fokus,7,Foto,52,Gaya Hidup,1,Hiburan,30,HL,21,Hotel,15,Hukum,13,Humas,10,Info,7,Kebakaran,6,Lintas,3,Lipsus,1,Masak Apa,1,Medsos,56,Mudik Lebaran 2015,19,Nasional,5,Nyindir,1,Olahraga,10,Oleh-oleh Subang,2,Opini,17,Pemerintahan,72,Peristiwa,73,Persib,8,Pilkades,3,Polisi,4,Politik,15,Profil Artis,5,Profil Tokoh,33,Ragam,36,Ramadhan,11,Sekolah,1,Situ,1,Suara Rakyat,2,Surat Pembaca,3,Teknologi,1,Tips,3,TNI,2,Video,7,Wisata,7,
ltr
item
RAKYATSUBANG.com: Tradisi Gotong Singa Khas Subang Terancam Punah?
Tradisi Gotong Singa Khas Subang Terancam Punah?
Tradisi Gotong Singa Khas Subang Terancam Punah?
http://3.bp.blogspot.com/-a7CuPbaN_SI/Vj3oTaeTzBI/AAAAAAAAA1w/NSZx2S57UjU/s640/singa%2Bnaga.jpg
http://3.bp.blogspot.com/-a7CuPbaN_SI/Vj3oTaeTzBI/AAAAAAAAA1w/NSZx2S57UjU/s72-c/singa%2Bnaga.jpg
RAKYATSUBANG.com
http://www.rakyatsubang.com/2015/11/tradisi-gotong-singa-khas-subang.html
http://www.rakyatsubang.com/
http://www.rakyatsubang.com/
http://www.rakyatsubang.com/2015/11/tradisi-gotong-singa-khas-subang.html
true
6521730541519406406
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy