Sabtu, Juli 04, 2015

Pencairan BPJS Jadi 10 Tahun Diprotes Buruh Subang

RAKYATSUBANG.COM - Kebijakan baru pencairan dana Jaminan Hari Tua (JHT) bagi para pengguna Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan lama atau Jamsostek yang bisa dicairkan setelah 10 tahun keanggotaan mendapat kecaman dan protes dari berbagai pihak, termasuk buruh di Subang.

Aapalagi dana JHT dalam aturan yang baru, setelah 10 tahun tidak bisa dicairkan secara menyeluruh, dana itu hanya bisa dicairkan sebesar 30% untuk perumahan dan 10% untuk hal lain. Bagi peserta yang ingin mencairkan dana JHT secara keeluruhan peserta harus mencapi usia 56 tahun terlebih dahulu.

"Ini namanya mau bunuh kami, gimana kalau buruh di PHK setelah 5 tahun bekerja, lalau mereka harus nunggu 10 tahun buat nyairin dana JHTnya. ini sangat tidak manusiawi," kata salah seorang buruh Subang, Jupri, Sabtu (3/7).

Apalagi menurut Jupri, setelah 10 tahun, para peserta tidak bisa mencairkan dana tersebut secara menyeluruh. hal tersebut tentu sangat tidak masuk akal.

"Ramainyakan di media sosial, kita kaget," tambahnya.

Karena selama ini menurut pria yang merupakan salah satu karyawan pabrik yang berada di Purwadadi tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Subang belum melakukan sosialisasi terkait perubahan aturan yang baru tersebut.

"Ini semakin tidak jelas saja karena selama ini BPJS di Subang sendiri kagak ada sosialisasi kepada kami," katanya.

Hebohnya perihal pencairan dana JHT tersebut berawal dari seorang warga bernama Gilang Mahardhika juga menggalang petisi untuk menolak aturan baru tersebut dalam laman situs Change.org dengan judul "Membatalkan kebijakan baru pencairan dana JHT minimal 10 tahun". Petisi itu ditujukan untuk Presiden Joko Widodo dan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri. 

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pencairan BPJS Jadi 10 Tahun Diprotes Buruh Subang