Minggu, Juli 12, 2015

Bahaya... 10.000 Hektar Lahan Industri Subang Hampir Habis

RAKYATSUBANG.COM - Akibat beroprasinya jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali) akan berpengaruh kepada semakin menyusutnya lahan industri diwilayah Subang. Tercatat saat ini 10.000 lahan industri yang sudah ada nyaris habis.

Beroperasinya ruas jalan tol Cipali akan menstimulasi percepatan pembangunan kawasan industri diwilayah-wilayah yang terlewati jalur tol terpanjang di Indonesia itu. Termasuk wilayah Subang yang merupakan wilayah terpanjang yang dilalui tol itu.

Hal tersebut tentu akan sangat berpengaruh pada perkembangan industri di Subang. Bahkan menurut data dari pemerintah kabupaten Subang menyebut sejak dibangunnya Tol Cipali, perkembangan sektor industri besar sekali.

“Saat ini pembangunan industri cukup pesar. Sebelumnya, Kabupaten Subang menyediakan 10.000 hektar zona industri, dan sudah mau habis,” kata Sekda Subang, Abdurakhman usai pertemuan dengan Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Hermanto Dardak

Namun menurut Sekda, walaupun dampak beroprasinya tol tersebut membuat lahan industri semakin habis. Namun keberadaan tol memiliki dampak positif.

“Setelah ada tol, saat ini kunjungan wisatawan ke obyek wisata seperti Sari Ater, meningkat tajam,” tambahnya.

Guna mendukung peningkatan pengembangan industri dan sektor pariwisata sebagai penopang ekonomi, Pemerintah Kabupaten Subang membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat dalam peningkatan infrastruktur penunjang yang saat ini masih kurang memadai.


Menanggapi hal tersebut, Kepala BPIW Hermanto Dardak mengatakan, seperti diketahui, di daerah sepanjang Ruas Jalan Tol Cipali saat ini berkembang kawasan-kawasan industri serta rencana kota baru Aero City yang berada di kawasan pengembangan Bandara International Kalijati.

“Inilah yang harus kita rancang sedemikain rupa sehingga penggunaan lahan (land use) kawasan-kawasan tadi sesuai dengan infrastruktur yang ada, dengan keterpaduan, memadukan antara pasar dengan pembangunan wilayah jangka panjang,"  kata Hermanto. (kompas)

Follow: @rakyatsubang

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Bahaya... 10.000 Hektar Lahan Industri Subang Hampir Habis