Sabtu, Juni 27, 2015

Taman Baca Rumah Ilmu, Jendela Dunia di Subang

RAKYATSUBANG.COM - Inovasi membuat perpustakaan ditempat yang sering dikunjungi masyarakat menjadi harapan baru untuk meningkatkan minat baca masyarakat Kabupaten Subang, terutama para anak muda. Hal itu diperlukan karena saat ini minat baca dikalangan masyarakat semakin menurun.

Dengan bermodal buku koleksi pribadi yang tidak begitu banyak, pada awal Januari 2015 bertempat di halaman museum Wisam Karya Subang, Jl Ade Irma Suryani,Taman Baca Rumah Ilmu mulai hadir dengan menyuguhkan berbagai macam buku.

"Ide awalnya ini muncul dari kepriatinan kita terhadap kurangnya minat baca di Subang. Kita hadir disini menjemput para pembaca, dengan dijemput seperti ini minimal mereka (masyarakat, red) yang melewati lapak kita bisa melihat-lihat koleksi buku kita," kata Inisiator Taman Baca Rumah Ilmu, Fasya Elsyahid.

Perpustakaan Taman Baca Rumah Ilmu yang hadir setiap hari Sabtu dan Minggu didepan museum Wisama Karya Subang itu menjadi satu-satunya perpustakaan di Kabupaten Subang yang menjemput para pembacanya.

"Iya, Taman Baca ini istilahnya menjemput bola, kita mencoba memperihatkan deretan buku koleksi kita. Nah, setelah melihat siapa tahu nantinya mereka maubaca. Setidaknya mencari tahu isi buku itu sendiri,"tuturnya.

Saat ini koleksi buku di Koleksi di Taman Baca Rumah Ilmu sendiri sudah mencapai hampir 200 judul buku. Adapun buku-buku tersebut selain diproleh dari koleksi pribadi, buku-buku itu juga diproleh dari bantuan hibah dari personal dan penerbit.

"Kebanyakan koleksi kita itu dari pribadi, iya dari teman-teman. Namun ada juga dari penerbit," katanya.

Program yang bertujuan untuk menumbuhkan minat baca masyarakat Subang itu akan terus berkelanjutan. Bahkan setalah beberapa bulan di Wisma Karya kedepannya Taman Baca Rumah Ilmu akan kembali ada diebeberapa tempat lainnya.

"Kita harus berkarya terus untuk meningkatkan minta baca masyarakat, Insya allah ada tempat lain akan kita bikin seperti ini, kita akan lebih fokus untuk menumbuhkan minat baca," tuturnya.

Karena koleksi buku yang masih minim, saat ini Taman Baca Rumah Ilmu belum bisa meminjamkan koleksi bukunya untuk dibaca di rumah. Pihaknya hanya memperbolehkan buku-bukunya dibaca ditempat.

"Koleksi kita masih minim, jadi belum boleh dibawa pulang," katanya.

Salah sorang masyarakat Subang, Ade Hendarto mengatakan, keberadaan TamanBaca Rumah Ilmu bisa sangat membantu menimbulkan minat baca masyarakat, apalagi tempat yang dipilih untuk Taman Baca adalah tempat keramaian.

"Ini akan menjadi inovasi untuk lebih meningkatkan minat baca masyarakat yang saat ini bisa dibilang sangat minim," tutupnya.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Taman Baca Rumah Ilmu, Jendela Dunia di Subang