Senin, Juni 15, 2015

Gara-gara Industri, Banyak Anak Kekurangan ASI Ekslusif


RAKYATSUBANG.COM - Era industrialisasi yang sudah mulai berlangsung di Subang, memaksa para ibu yang memilki anak tidak bisa memberikan Air Susu Ibu (ASI0 ekslusif kepada anaknya. Hal tersebut disebabkab para karyawan yang dibutuhkan oleh industri saat ini kebanyakan kaum ibu.


Dalam bertema “Hadapi Industrialisas Siapkah Subang" yang digelar di Gedung SKB, Jl Marsinu. Anggota DPRD Subang, Nurul Mukmi mengatakan bahwa fenomena yang ditimbulkan akibat industrialisasi sangat berdampak terhadap perubahan sosial.

“Iya, sekarangkan banyak ibu-ibu jadi karyawan pabrik, secara otomatis mereka tidak bisa memberikan ASI ekslusif untuk anak-anak mereka, karena selama ini kebanyakan perusahaan di Subang itu mempekerjakan kaum ibu,” kata Nurul Mukmi, Minggu (14/6).

Selain berdampak kepada banyaknya ibu-ibu yang tidak bisa memberikan ASI ekslusif terhadap anak-anaknya, kehadiran industri juga memaksa masyarakat untuk melakukan praktik manupulasi usia buruh.

“Selain persoalan ASI ekslusif, akibat maraknya industri itu, saat ini banyak anak-anak gadis yang masih berusia dibawah 18 tahun memanipulasi umur mereka supaya bisa bekerja karena kesempatan kerja untuk wanita ssangat mudah. Ini perlu dipikirkan bersama,” jelasnya.

Diskusi dan Riset yang dipandu oleh Yanu Endar Prasetyo yang merupakan peneliti dari LIPI Subang dan Gugih yang merupakan dosen Universitas  STIESA itu dihadiri oleh semua lapisan masyarakat dari kalnagan activis, mahasiswa dan masyarakat umum.

Dalam diskusi yang mencari solusi menghadapi era industrialisasi tersebut, Nurul Mukmin salah satu anggota dewan yang menghadiri acara tersebut menekankan bahwa sikap kritis dan kreatif harus dimiliki masyarakat dalam menghadapi era industrialisasi.

“Iya, kiita harus kritis terhadap aktivitas industri yang menabrak aturan, dan kreativitas harus diperkuat sebagai solusi mempertahankan ekonomi keluarga tanpa harus terjebak dengan keberadaan industri karena industri bisa dimaknai sebagai berkah,” katanya.

Memang setiap perubahan akan membawa berbagai dampak, namun selama masyarakat bisa mencari solusi dan berpikir kreatif untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, Subang sagat siap menghadapi era tersebut.

“Kita harus mempersiapkan segala sesuatu, selain sumber daya masnusia, kita juga harus mempersiapkan hal lain, supaya era industrialisasi itu menjadi berkah bagi masyarakat,” katanya

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Gara-gara Industri, Banyak Anak Kekurangan ASI Ekslusif